Kertas Surat Suara Pemilu 2014 Tidak Memuat Foto Caleg

tidak ada foto caleg dalam surat suara
Surat suara pemilu 2014 dipastikan tidak menyertakan dan memuat foto caleg, setelah sebelumnya dikabarkan bahwa dalam pemilu legislatif 2014 akan dimuat foto caleg beserta nama dan nomor urut sehingga memudahkan pemilih untuk menentukan pilihannya

Keputusan KPU untuk tidak menyertakan foto caleg dalam surat suara disayangkan beberapa pihak misalnya Elsiana R Kalemba, anggota DPR-PB yang tengah mencalonkan diri kembali dalam pemilu nanti menyayangkan hal tersebut, menurutnya hal itu dapat mencederai pesta demokrasi mengingat saat ini masih banyak masyarakat yang belum bisa membaca sehingga untuk menentukan pilihannya bisa melihat foto jaguannya.

 “Di Papua Barat masyarakat hanya mengenal wajah bukan nama. Tentu kondisi ini akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu,” tutur Elsiana dikutip dari SH di Manokwari, Minggu (3/11).

Berbeda halnya dengan Andi Rukman Nurdi Karumpa, Ketua Badan Koordinator Pemenangan pemilu wilayah Papua Barat dari Partai Golkar, menurutnyatanpa mencantumkan foto caleg dalam surat suara
 tidak akan mencederai demokrasi karena foto caleg akan dipasang di luar bilik suara jadi pemilih bias melihat foto sebelum masuk ke bilik suara.

Keputusan untuk tidak mencantumkan foto caleg dalam surat suara, diungkapkan oleh komisioner KPU Arif Budiman dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Terkait Tahapan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2014 di Hotel Grand Cempaka, Kamis (13/6/2013), lalu. Lihat contoh surat suara pemilu 2014

Menurnya Arif bahwa dalam surat suara itu hanya akan ada nama caleg dan nomor urut yang menjadi acuan pemilih memilih salah satu caleg
BAGIKAN KE TEMAN
Tags: Pemilu 2014

Disclaimer :
Komentar terkait artikel ini termasuk isi komentar menjadi tanggung pemberi komentar dan bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan ihayat.com. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan, memutuskan untuk menayangkan atau menghapus komentar tersebut